Menu
A+ A A-

Kampoeng Rawa Bangun Cluster Bebek Peking

AMBARAWA- Kawasan wisata apung Kampoeng Rawa, Ambarawa, Kabupaten Semarang, menyiapkan cluster peternakan bebek peking dan kambing dengan sistem pakan fermentasi. Cluster ini untuk lebih memberdayakan kelompok tani ternak di sekitar Rawapening.

Dalam tahap awal, 1.000 ekor bebek peking dan 1.000 kambing fermentasi akan dikembangbiakkan di kawasan wisata tersebut. Hal ini disampaikan Pembina Paguyuban Tani Nelayan Kampoeng Rawa, Ir HM Nurzubaedi MM saat pertemuan dengan media di objek wisata itu, kemarin.

 

”Kami sedang membuat kandang cluster peternakan bebek peking dan kambing dengan pakan fermentasi. Ini sangat prospektif dan membantu para kelompok tani. Kami siap membeli bebek peking yang dipelihara kelompok binaan kami. Daging bebek peking berkolesterol rendah, akan menjadi menu masakan di Kampoeng Rawa,” kata Nurzubaedi yang juga Ketua KSP Artha Prima Ambarawa.

Peternakan bebek peking dan kambing fermentasi juga akan menjadi daya tarik wisata baru. Dia menegaskan, konsep wisata ini adalah bagaimana membuat Rawapening menjadi bening. Menurutnya, dengan adanya Kampoeng Rawa, Rawapening akan terjaga. Pihaknya juga berupaya menjaga habitat burung kuntul dan mliwis agar tidak punah.
”Sebanyak 12 kelompok tani nelayan di Desa Bejalen dan Kelurahan Tambakboyo bersatu merawat Rawapening. Dengan adanya wisata ini, alam terjaga dan pendapatan warga meningkat,” papar Nurzubaedi yang juga Ketua Umum KSP Artha Prima Ambarawa.

Kampoeng Rawa ini juga menyerap 112 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, 90 % berasal dari dua desa itu. Saat ini, di lokasi wisata tersebut sedang dibangun pemancingan lesehan untuk masyarakat yang menginginkan paket hemat tapi bisa menikmati kenyamanan Kampoeng Rawa. Pengunjung juga bisa menikmati aneka permainan seperti berperahu keliling rawa.

Ketua Paguyuban Kampoeng Rawa, Agus Sumarno menambahkan, meski objek wisata apung dan kuliner masih relatif baru, pihaknya bersyukur, banyak pengunjung yang mendatangi tempat ini. Lokasi wisata ini mudah dijangkau karena berada di pinggir Jalur Lingkar Ambarawa yang menghubungkan Bawen - Ngampin (Ambarawa).
”Soft opening Kampoeng Rawa ini dilakukan Bupati Semarang menjelang Hari Raya tahun ini. Kini, pada hari Minggu saja, pengunjung 3.000 orang. Kesejahteraan anggota kami akan terangkat,” ucap Sumarno. Menurutnya, dengan adanya wisata Kampoeng Rawa, hasil ikan karamba nelayan laris manis. Objek wisata ini, kini memiliki menu andalan yakni gurami telur asin dan sup gurami. (H14-39)

SUARA MERDEKA, Semarang Metro - 20 September 2012