Menu
A+ A A-

Petani-Nelayan Bentuk Paguyuban Kampung Rawa

AMBARAWA - Sebanyak 12 kelompok tani dan nelayan di Desa Bejalen dan Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, bersatu membentuk Paguyuban Kampung Rawa yang dikukuhkan, Sabtu (4/8) malam lalu. Paguyuban yang beranggotakan 325 orang tersebut akan mengelola objek wisata apung Kampoeng Rawa di Bejalen, Ambarawa.


Agus Sumarno dalam paguyuban tersebut terpilih sebagai ketua. Pengukuhan paguyuban dilakukan Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Kabupaten Semarang Ir Nurhadi MM.
’’Kami bersama-sama siap mengelola wisata ini demi kesejahteraan petani dan nelayan Rawapening di Bejalen dan Tambakboyo. Dengan adanya Kampoeng Rawa, banyak tenaga kerja dari desa terserap,’’ katanya di sebuah aula pertemuan di Jl Kartini, Ambarawa, Sabtu malam lalu.

Menurutnya, paguyuban tersebut juga siap mendukung upaya-upaya pelestarian Rawapening.
Ditambahkan, Pemkab Semarang belum maksimal memberi dukungan terkait proses terwujudnya wisata tersebut. Sebab, masih ada beberapa pejabat dinas yang belum memberi izin.


’’Selama ini sawah di pinggir Rawapening tak bisa diandalkan hasilnya. Bisa panen sekali dalam setahun sudah untung. Tapi sering tidak panen. Karena itu, kami berupaya membesarkan objek wisata Kampoeng Rawa,’’ tegas Sumarno.

Banyak Pengunjung

Meski masih tahap pembangunan, banyak pengunjung di tempat wisata tersebut. Kampoeng Rawa yang diakses melalui Jalur Lingkar Ambarawa tersebut kini sudah melayani pengunjung yang ingin berbuka puasa.
’’Tiap hari ada ratusan orang yang berkunjung. Banyak juga yang dari luar Kabupaten Semarang. Sudah banyak instansi dan BUMN yang pesan tempat untuk halalbihalal,’’ ungkapnya.

Pembiayaan pembangunan Kampoeng Rawa didukung KSP Artha Prima Ambarawa. Sejak 2004, Artha Prima mendampingi petani dan nelayan terkait pemberian bantuan modal.
Ketua Umum KSP Artha Prima Ir HM Nurzubaedi MM mengatakan, saat ini sudah ada 62 orang yang dilatih di LPK Bermuda Ambarawa terkait operasionalisasi Kampoeng Rawa. ’’Mereka dilatih bekerja di restoran, ada yang jadi waitress (pelayan), kasir, dan satpam,’’ ucapnya. (H14-64)

Sumber :
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/08/06/195009/Petani-Nelayan-Bentuk-Paguyuban-Kampung-Rawa